Selasa, 26 Maret 2013

Tarbiyah itu Menumbuhkembangkan

Tarbiyah itu Menumbuhkembangkan

By: Nandang Burhanudin
***

Alkisah, ada 3 santri di sebuah pesantren pinggiran Jabar. Ketiga santri ini masyhur sebagai santri yang cerdas-cekatan-berakhlak baik-dan senantiasa menjadi pelopor dalam pengabdian kepada masyarakat.
Tipe santri pertama: Berotak brilian. Fasih berbahasa Arab. Lulusan terbaik. Juga pernah mendapatkan beasiswa ke LN. Tapi ia lebih memilih mengabdi Full di pesantren, mengajar. Ia turuti permintaan sang Kiai, "Sudah buat apa jauh-jauh mencari ilmu. Di pesantren ini saja, ilmu berlimpah. Mau cari apa, pasti ada!"
Tipe santri kedua: Berotak cerdas. Menguasai ilmu qiroah. Pandai berceramah. Hingga ia selalu diundang ke kota-kota besar. Ia turuti permintaan Kiai-nya. Namun di sela-sela hari dimana ia tidak ada jadwal mengajar, ia isi untuk mengisi pengajian di kota-kota dan menjalin silaturahmi lebih luas.
Tipe santri ketiga: Berotak cergas. Mahir berbahasa Arab. Memiliki hobi seni menyanyi. Ia turuti permintaan Kiai untuk mengabdi beberapa tahun. Hingga saat ada kesempatan belajar di luar kota hingga Luar Negeri, ia pamit.
20 Tahun kemudian, ketiga santri tersebut mencatat sejarah masing-masing. Mereka sudah berumah tangga. Semua beranak banyak. Bahkan santri kedua, dikaruniai dua istri dan belasan anak.
Santri pertama: Gaji dari hasil mengajar sangat kecil, tidak cukup menopang kebutuhan anak-anaknya. Sang Kiai telah wafat. Akhirnya ia memilih mencari penghasilan tambahan, mulai dari menjadi sopir angkutan kota hingga berniat menjadi TKI di negara Teluk.
Santri kedua: Gaji dari pesantren jelas sangat kecil. Namun ia mampu sejahtera karena sering mengisi pengajian di kota-kota. Bahkan ia telah mendirikan pesantren, dengan jumlah santri yang cukup banyak.
Santri ketiga: Ia tak terlalu memperhitungkan gaji di pesantren. Ia lebih banyak membangun jaringan. Aktif di bidang pengkaderan dan rekrutmen santri-santri, untuk kemudian diarahkan pada satu pembinaan yang disebut tarbiyah. Karena baginya, tarbiyah telah menjadikan dirinya sebagai orang pinggiran menjadi orang terpandang. Walau dengan kecerdasan yang masih jauh dari santri pertama.
Apa yang membuat santri ketiga lebih melejit dibanding santri pertama dan kedua? Padahal sama-sama berotak pintar dan berada dalam satu lembaga pendidikan?
Tarbiyah menjadikan santri ketiga ini, melesat hingga baru-baru ini menjadi tokoh nasional setelah ditunjuk sebagai sekjen salah satu partai. Sebelumnya ia dikenal luas khalayak dengan nasyid-nasyidnya, selain sebagai konsultan syariah sesuai basis keilmuan semasa belajar. Urusan luar negeri, tidak lagi melulu Luar Nagrek. Tapi betul-betul sudah melanglangbuana, hingga ke pelbagai belahan dunia.
***
Sahabat, banyak yang salah kaprah ketika kita aktif dalam tarbiyah. Saya tidak akan membahas tentang sejarah tarbiyah zaman Rasul. Tapi belajar dari ketiga santri di atas, saya menemukan bahwa ketika kita memasuki gerbang pembinaan tarbiyah, maka sebenarnya kita diarahkan untuk menjadi 4 sosok berikut:
1. Ujung Tombak
Ibarat busur panah, dengan tarbiyah kita dipersiapkan untuk menjadi pribadi-pribadi yang siap dilesatkan mencapai sasaran dari universalitas dakwah. Target dari dakwah sudah jelas. Ta'rif-Tanfidz-Takwin adalah sasaran-sasaran di setiap fase tarbiyah.
Menjadi pribadi ahli ibadah-berkarakter 10 muwashofat, adalah upaya maksimal yang hendak dicapai tarbiyah. Maka bisa dipastikan, akan ada orang yang 'alim-ahli ibadah, namun ia berada di zona nyaman. Ada keengganan tak terucapkan, saat ia harus menjadi ujung tombak dari semua pengorbanan.
Dalam tarbiyah, siapapun dan apapun latarbelakang kita, maka kita harus siap menjadi prajurit sebelum menjadi komandan. Karena komandan yang otpimum, lahir dari jiwa prajurit yang maksimum.
2. Ujung Tembok
Lazimnya sebuah tembok, tarbiyah mengarahkan kader untuk menjadi jiwa-jiwa yang indah dipandang, kuat diterjang badai, tak lekang diguyur hujan. Sehat ruhiah harus seiring dengan kesehatan fisik. Pun sebaliknya.
Karena jiwa-jiwa yang ditarbiyah, harus siap menghadapi segala keadaan dan cuaca. Hujan-panas-kemarau-dingin. Atau cuaca fitnah-bully-ghibah-caci maki. Semua harus dihadapi dengan keramahan, namun tetap tegas dan tegar sekuat tembok.
Tarbiyah sama sekali tidak mentolelir jiwa-jiwa yang ringkih-galau-lebay-banyak alasan, atau jiwa-jiwa yang kasar, pengadil (salah benar, muslim-kafir), jiwa-jiwa yang antipati apalagi suka mengeluh.
3. Ujung Tambak
Maksud tambak di sini adalah, tarbiyah membina semua jiwa-jiwa agar mampu menemukan potensi terbaik yang dimilikinya untuk kemudian disumbangkan bagi kemajuan dakwah dan kejayaan Islam-Muslimin.
Lulusan Timteng, Eropa, hingga tanah air diarahkan memeras otak-berpeluh keringat-bergerak cepat agar mampu memberikan jawaban atas setiap problematika yang dihadapi umat. Mulai dari problem kayakinan-kesehatan-budaya-politik-ekonomi-sains teknologi-hingga pertanian.
Kehadiran jiwa-jiwa tertarbiyah dalam setiap keadaan, susah-senang; bencana-bahagia; carut marut-damai sentosa. Bahkan jiwa-jiwa tarbiyah harus menjadi penyeimbang dari semua kondisi. Jika senang tak lupa daratan. Jika susah tak perlu keluh kesah. Saat carut-marut tak perlu makin sengkarut. Saat aman sentosa tak lup pada Allah Ta'ala.
Tarbiyah berfusngi memoles, bukan mengubah. Sebagaimana Umar yang keras dan Abu Bakar yang lebut, setelah ditarbiyah baginda Rasul tidak lantas berbalik. Umar tetap dengan sikap kerasnya, penuh prinsip, namun semua dipoles agar diarahkan semakin indah demi kebenaran. Sebagaimana Abu Bakar pun demikian.
Jadi tarbiyah bukanlah media sulap: Sim salabim semua berubah dari yang biasa jadi luarbiasa, from zero to hero, atau from koko to zoro. Sama sekali tidak. Tarbiyah adalah menggali potensi-potensi/bakat-bakat terpendam dan mengartikulasikannya dalam kehidupan.
4. Ujung Tombok
Apapun selama di dunia ini, pasti membutuhkan uang-materi-harta. Tarbiyah mendidik jiwa-jiwa agar siap mengorbankan apa yang mampu dikorbankan. Semua demi peran memberikan sumbangsih yang mampu diberikan. Tenaga-fikiran-harta-waktu adalah hal lumrah dalam tarbiyah. Karena kelemahan umat Islam bukan hanya disebabkan rekayasa dan konspirasi musuh, tapi lebih dikarenakan jiwa-jiwa muslimnya enggan berkontribusi maksimal-optimal bagi kejayaan Islam itu sendiri.
Shunduquna juyuubuna, tidak pernah berubah menjad Shunduqunaa APBD-unaa. Karena jiwa-jiwa tertarbiyah akan siap menjadi ujung tambak, bagi roda perjalanan dakwah hingga ajal menjemput: dakwah menjadi pemenang atau kita telah banyak berkontribusi positif.
Ingat One Man One Dollar, atau iuran bulanan yang rutin dikeluarkan, hingga sumbangan sukarela untuk menjalani setiap fase-fase perjuangan.
Kesimpulan
Sahabat, betul saat sebuah adagium mengatakan, "Tarbiyah bukan segala-galanya. Tapi segala-galanya bisa berawal dari tarbiyah."
Dalam tarbiyah kita bisa:
1. Berkawan dengan orang yang multi latarbelakang. Karena tarbiyah anti fanatisme suku, golongan, almamater, hingga gelar-kedudukan-kekayaan. Jiwa paling bertakwa kepada Allah saja yang paling patut dijadikan teladan.
2. Bersaudara dengan orang yang asalnya multiinterest, multitabiat-watak, juga multidimensi. Karena tarbiyah mendidik jiwa-jiwa agar berusaha semua LILLAAH bukan Lil-Jaah (Kehormatan-kedudukan). Jika pun ada jiwa tertarbiyah yang kebetulan jadi Aleg-Bupati/Walkot-Gubernur-Menteri, spirit LILLAAH adalah nomor 1. Mereka akan tetap aktif dalam pembinaan tarbiyah. Bagaimanapun posisi dan kesibukan.
3. Berjuang dalam kebersamaan, melakukan hal-hal yang logis-rasional-terukur, jauh dari utopia-euforia-atau hanya klaim-klaim dewa yang tak nyata. Kendati demikian, tetap membuka diri untuk menghargai perjuangan yang bermuara pada kejayaan umat.

Jadi hari gini salah niat dalam tarbiyah? Apa kata dunia ....!?

Sumber :pkspiyungan.org
Read more »

KPK Sudah Hilang Akal Hadapi LHI | by @ridlwanjogja





Ridlwan 
@ridlwanjogja
Jurnalis



Sekali kali pagi pagi serius ah..

  1. Hampir semua koran memuat berita #KPK kenakan pasal pencucian uang utk LHI . Ini seksi buat media ?

  2. Rupanya #KPK ingin men Djoko Susilo - kan LHI, membuat news yg sama.

  3. Minggu2 ini pasti ramai #KPK segel ini kek segel itu kek, lalu fotografer memotretnya.

  4. Ini operasi #KPK buka aurat tersangka. Setelah Djoko lalu LHI.

  5. Lihatlah Djoko, wajah istri-istrinya dijadikan karikatur malah oleh majalah Detik.

  6. Nalar pers sudah kalap, apapun yang #KPK pasangi plang sita dianggap hasil uang haram.

  7. Padahal Johanbudisusiloprabowo #KPK sendiri bilang, benar gaknya tunggu pengadilan.

  8. Johan #KPK : yang menentukan aset itu darimana nanti hakim, bukan KPK bukan pengacara tersangka.

  9. Enak ya masang plang dulu urusan salah nanti. Yg punya Udah terlanjur dihajar pers.

  10. Aset Djoko di Madiun yg hasil warisan pun disita #KPK, aset LHI bakalan juga sama.

  11. Publik nanti disodori foto dan data yang belum tentu itu uang haram LHI. #KPK asal sita?

  12. Ingat background LHI ini pengusaha, sebelum jd anggota dpr, sebelum jd presiden pks.

  13. Sy inget LHI pernah galang malam amal utk Palestina di hotel Sultan, dapatnya miliaran dr teman2 bisnisnya.

  14. Apakah uang amal itu nanti oleh #KPK dianggap duit haram? Kejar sana ke jalur Gaza.

  15. #KPK buka aurat, nanti kehidupan pribadi juga diungkit-ungkit semuanya. Liat Djoko Susilo.

  16. Apa TPPU bisa dikenakan langsung seperti itu? Apa tidak harus terkait kasusnya?

  17. Pembuktian kasus dagingnya saja rumit, sampai2 #KPK minta AD ART PKS.

  18. #KPK perlu membuktikan apa ada di AD ART Presiden partai bisa memerintah kadernya yg jd menteri?

  19. #KPK awalnya menilai pertemuan medan jd deal kongkalikong ternyata bukan.

  20. Pertemuan Medan justru cari solusi agar krisis daging teratasi bukan bahas nego duit haram.

  21. Kasus pokoknya saja belum pas konstruksinya, ini langsung pakai TPPU ? LHI di Djoko Susilokan.

  22. Nanti aset aset lama LHI jauh sebelum jadi Presiden PKS juga akan disita dan dipamerkan ke publik?

  23. Misal aset pemberian dari jaringan dakwah di luar negeri , sebelum jadi DPR dan sebelum jd Presiden PKS.

  24. Siapa saja tersangka korupsi yg kena TPPU ? Apa ada tebang pilih ? Anggie kena nggak?

  25. Hebat lo #KPK ini penciumannya soal aset tajam banget, kemanapun dan dimanapun plang sita siap dipasang.

  26. Ibarat Komodo yang bs mencium mangsa dalam jarak 9 km, #KPK mencium aset orang di Indonesia.

  27. Mengendus-endus, kalau dianggap bau, dipasang plang sita. Kalau salah? Ya nggak papa kan #KPK.

  28. Ayo dong dukung pemberantasan korupsi dengan nalar sehat, jangan fanatik dan radikal fundamentalis #KPK

  29. Fanatik, radikal dan bigot KPK adalah mengimani #KPK tak pernah salah, KPK suci dan apapun yg mereka lakukan benar.

  30. Dan hanya kepada Allah lah kita berlindung atas aurat-aurat dan aib kita.

*https://twitter.com/ridlwanjogja
Read more »

Senin, 25 Maret 2013

PKS: Itu Jo...!!! | Konsolidasi Kader PKS Manado Bersama Anis Matta


Mardani Ali Sera, Humas DPP PKS, melalui akun twitternya @MardaniPKS menyampaikan acara konsolidasi kader PKS Manado bersama Anis Matta, Senin (25/3/2013). Berikut penyampaiannya...

***

Di Manado menemani Pak Anis Matta konsolidasi kader: hadirin memenuhi ballroom Peninsula Hotel. PKS: Itu Jo...!!!

Berikut taujih yang disampaikan Presiden PKS Anis Matta:

  1. Atas nama cinta kita bertemu. Atas nama Cinta kita akan bekerja utk Indonesia.

  2. Misi besar menjadikan Sulut etalase besar bagi keterbukaan PKS utk kita persembahkan bg Indonesia.

  3. Kata Nabi Saw Sesungguhnya kekuatan itu pada pukulan pertama. Kata orang Selatan: pelaut ulung lahir dlm badai.

  4. Pepatah Arab: Pukulan yg tdk mematikanmu pasti akan membuatmu kuat.

  5. Kita bicara ttg masa depan. Jgn biarkan orang lain membuat sejarah kita. Masa depan kita usaha+kehendak Allah.

  6. Apa masa depan yg akan kita ciptakan di Sulut? Ini adalah etalase masa depan PKS. Hub antar agama disini.

  7. Sulut daerah paling beragam di Indonesia. Kemenangan PKS disini memberi contoh bagaimana hubungan itu.

  8. Saya kenal Indonesia dari Makasar ke Ambon& Tual. Sekolah SD di Mathias Katolik& balik Ambom sklh Protestan.

  9. Masuk pesantren Muhamadiyah dan berinteraksi dg kawan NU. Kuliah di Univ Saudi&ikut Lemhannas. Beragam.

  10. Saat liburan kuliah, saya naik bis satu2 menyusuri wilayah Jawa. Kemudian wil Sumatera. Juga wil lain.

  11. Naik pswt dari Sabang sampai Merauke 9 jam. Sama spt Jakarta Jeddah. Luas sekali Indonesia ini.

  12. Dari Timur Tengah ke Maroko, Tunis dll cuma dua jam spt Jakarta-Makasar.

  13. Waktu kecil kawan saya Ambon, Cina dan Arab. Damai. Di Jakarta kenalan Batak, Jawa dan wil luas INA.

  14. Ada 300 suku dg 300 bahasa. Sangat beragam. Dipisahkan laut. Ekstrem perbedaan namun saling rindu.

  15. Lagu daerah kita lagu rindu krn perpisahan. Karena kita berjauhan kita saling berdekatan.

  16. Karena kita beda bahasa kita perlu satu bahasa: Indonesia. Itulah Indonesia.

  17. Apa nilai utama dr Indonesia dlm satu kata? HARMONI. Kita paling cinta harmoni.

  18. Pakaian paling terkenal: BATIK. Rumit tapi sederhana dalam HARMONI. Makanan terkenal? Gado2.

  19. Di INA ada fenomena unik: sblm merdeka banyak aliran ideologi. Gimana menyatukannya? Sukarno dg Pancasila.

  20. Bung Karno jika kita tingkas Pancasila, satu kata: Gotong Royong. Krn itu semua dpt tempat termasuk minoritas.

  21. Menjadi Indonesia takdir, agama kita pilih sendiri. Ini dasar negara tegak.Saya yakin keberagaman jd kekuatan.

  22. Kita harus membongkar mitos. Hambatan menang jk kita anggap orang lain lbh kuat. Harus kita bangun sendiri.

  23. Bongkar mitos: yg lain kuat, yg lain punya uang dll. Yg perlu kita buat proposal kemenangan di kepala kita.

  24. Tdk ada gunung di depan kita. Saat kita berjalan&ada rintangan kita tdk rasakan krn tdk memikirkannya.

  25. Tempat ini sdh terlalu sering dikunjungi. Dulu sedikit, skrg gedung ini tdk muat. Apa artinya?

  26. Apa artinya? Amal yg ikhlas tdk akan mati. Usaha mematikannya justru kian menguatkannya.

  27. Jika mind set sdh jelas: ada yg dpt menghalangi? TIDAK ADA. Perlu satu: Seni Menaklukan Hati!

  28. Jgn berpikir uang&media yg merebut hati. TIDAK. Hati itu milik Allah. Perlu tahu Pintu Hati.

  29. Pertempuran kita berbeda. Ini pertempuran hati! Ada kanan ada kiri. Ada hati, disambut cinta.

  30. Harus ada cinta didada kita. Disalurkan ke mata dan tangan. Tatap dalam2 dan ajak bersama.

  31. Kita tdk bicara strategi pemenangan pemilu. Tapi bicara tentang merebut hati rakyat utk kemenangan kita.

  32. Kita ingin hati rakyat, biarkan suara ikut dg sendirinya. Skrg politik sangat menakutkan. Horor.

  33. Kita akan ubah menjadi permainan yg menyenangkan dg cinta. Tanpa cinta yg ada konspirasi.

  34. Berikan sentuhan cinta pd politik. Agar generasi muda tertarik. Itu sebabnya permainan itu dimulai dr Sulut.

  35. Kader PKS keluar dr permainan horor dlm politik menuju sentuhan hati. Datangi masjid, gereja, pasar dg cinta.

  36. Titik kesamaan kita jauh lbh banyak dr perbedaan.Dg pertemuan hati, merasuklah ke dalam hati rakyat Indonesia.
          Sumber : pkspiyungan.org
Read more »

FAKSI-FAKSI SEBAB PKS BESAR



FAKSI-FAKSI SEBAB PKS BESAR
Faksi Keadilan VS Faksi Sejahtera
Faksi Suara VS Faksi Syariah
Faksi Asholah Dakwah VS Faksi terbuka
Faksi Tua VS Faksi Muda
Faksi Orientasi Religi VS Faksi Orientasi Politik

Faksi- faksi tersebut di sematkan para Pengamat, melihat dinamika partai berlambang bulan sabit terbelah tersebut, Burhanudin Muhtadi, doktor peneliti LSI pernah menuliskan didalam bukunya yang berjudul “Dilema PKS” bahwa didalam tubuh PKS terdapat dua faksi yang berseberangan. Faksi-faksi itu antara lain faksi kesejahteraan dan faksi keadilan.

Dosen politik Universitas Indonesia yang juga peneliti PKS, Arief Munandar, mengoreksi anggapan lama tersebut. “Di dalam PKS, yang terjadi bukan faksionalisasi yang kaku. Yang ada adalah faksionalisasi yang terjadi secara dinamis,” katanya dalam diskusi di kantor Tempo, Selasa, 5 Februari 2013.”Jadi tidak ada faksionalisasi tradisional di mana faksi-faksi yang terdikotomi secara rigid,” kata Arief, yang disertasinya mengupas seluk-beluk PKS ini. Dia juga menolak asumsi ada Faksi Keadilan dan Faksi Sejahtera di dalam PKS. Karena tidak ada dikotomi yang tegas, maka tidak mudah menggolongkan kader PKS yang mana yang masuk dalam faksi yang mana. “Betul faksionalisasi ada, tapi tidak serigid yang dibayangkan orang,” kata Arief. Menurut Arief, faksionalisasi di PKS terjadi antara kelompok yang lebih berorientasi pada gerakan religius (religious movement oriented) dan kelompok yang berorientasi pada partai politik (political party oriented).

Yusuf Supendi, pendiri Partai Keadilan (PK) cikal bakal PKS buka-bukaan soal isi dapur bekas partainya. Yusuf yang sudah di pecat PKS ini menilai, kini PKS dikuasai kelompok muda Anis Matta Cs.“Ada kubu muda dan kubu tua. Kubu muda Anis Matta, Luthfi Hasan didukung yang tertua Hilmi Aminudin. Mereka menguasai dan memanfaatkan struktur,” kata Yusuf di gedung DPR, Jumat (18/3/2011). Detik News

Dinamika yang berkembang di internal partai di jadikan para pengamat untuk menyematkan Faksi-Faksi di tubuh Partai, bukan isapan Jempol belaka adanya isu faksi-Faksi di tubuh PKS Benar adanya, bahwa dasar me­rubah PKS sebagai partai ter­buka adanya kepu­tusan di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKS di Bali pada tahun 2008, isu itu terus di gulirkan yusuf supendi untuk memecah belah PKS.

Partai Terbuka jika itu yang menjadi titik Perpecahan di tubuh PKS, Analisa yang salah dan Keliru, karma Hasil Pemilu 2009 PKS berhasil menaikkan Perolehan Kursi suara pemilu sebelumnya, jawabnya isu Faksi-faksi dalam Tubuh PKS tidak terbukti, tidak Benar, Faksi- Faksi adalah suatu Pengakuan bahwa PKS Besar.

Soliditas dan Loyalitas yang di miliki kader PKS, Kepercayaan dalam tingkatan Tsiqoh yang membuat Partai ini tetap tegar di hantam Tsunami politik istilah lebih popular tahun politik, Perang dingin politik, isu yang di gulirkan beberapa kalangan mampu di Tangkis dengan istilah “Cinta” yang di Populerkan Aniss Matta (Soekarno Muda) , Langkah jitu dan tepat, Konsolidasi yang di lakukan anis matta benar membangunkan macan tidur.

Kemenangan Pilkada yang di raih kader- kader PKS, hasil survey-survei terbaru juga mementahkan interpretasi keliru para pengamat PKS akan terjun bebas, sebaliknya PKS akan naik menuju 3 besar.
Yaaaa Faksi-Faksi sebab PKS besar

Oleh : Naim Gerrab ( www.Kompasiana.com )
 
Read more »

Kamis, 21 Maret 2013

DAYA TAHAN PKS


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1KOB3itwkuCtBLOR6Zpa82xPxs3wn7u0UBcHBrSTFR00RCwnzbiEY8mp5KXI17bbdasfqLz01-nlao_8E1OY2jsh7M7081hLMxmNvBYBR3W9M4qGxDUBGHx-t1jaoabZwJoDtRf4nObhm/s1600/pks-survive.jpg

Survivalitas PKS
Oleh  DONNY SYOFYAN (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)

 Partai Keadilan Se­jah­tera (PKS) betul-betul menjadi balon dalam lanskap per­politikan Tanah Air dewasa ini. Makin ditekan dan dipo­jokkan justru PKS makin kuat, solid, dan terbang dengan kekuatannya. Layaknya karet, semakin partai ini ditekan semakin kuat dorongan untuk memantul. Pasca ditetap­kannya Luthfi Hasan Ishaq (LHI), mantan Presiden PKS sebagai tersangka KPK, PKS justru mendulang kemenangan dalam sejumlah pilkada.

Dalam pilkada Jawa Barat dan Sumatera Utara jago PKS yang ikut bertanding meme­nangi pertempuran. Hingga saat ini, segenap komentar, prediksi, atau hujatan publik dan media terhadap PKS menjadi terjun bebas (fall free). Bagi kalangan internal PKS sendiri, kemenangan dalam dua pilkada tersebut telah mewujud sebagai tam­bahan darah segar bagi per­juangan mereka untuk mem­balikkan serangan yang mem­babi buta, argumen-argumen kasar dan keterlaluan yang secara terus-menerus meng­hajar partai dakwah tersebut.

Boleh saja banyak pihak berdalih bahwa kemenangan dua pilkada tersebut sepenuh­nya bukanlah kemenangan PKS. Ada yang menganggap bahwa kemenangan dua pilka­da itu adalah kemenangan kolektif sejumlah partai kare­na pasangan yang diusung adalah kolaborasi beberapa partai. Pihak lain juga menilai bahwa kemenangan pada dua pilkada tersebut sejatinya adalah kemenangan golput. Jumlah golput di Jabar dan Sumut dikabarkan sekitar lima puluh persen dari tota­litas pemilih.

Analisa de­mikian tentu sah-sah saja meskipun dalam banyak hal mulai terlihat galau dan tidak rancak dalam mengakui se­buah objektivitas. Hanya saja, menyalahkan kemenangan PKS dalam dua pilkada di atas sebagai keba­ngunan golput juga sesuatu yang juga berlebihan. Mereka yang tidak memilih bisa jadi memiliki banyak alasan yang berbeda. Ada yang tidak memilih karena menganggap berdemokrasi itu haram. Ada pula yang tidak memilih karena sedang dirawat di rumah sakit. Ada yang men­dapat musibah pada hari pencoblosan, sehingga tidak bisa memilih. Ada yang sudah bersikap apatis kepada semua parpol, ada yang tidak apatis pada parpol, namun tidak mene­mukan satu kandidat pun yang dianggapnya cocok untuk dipilih. Mungkin ada juga yang dulunya habis-habisan men­dukung kandidat tertentu, namun apa dinyana kandidat yang didukungnya tidak dilo­loskan oleh KPU. Karena itu, ia memutuskan untuk tidak memilih saja. Ada juga yang secara kebetulan sudah me­miliki agenda lain yang sudah dipastikan sejak jauh-jauh hari, dan kebetulan agenda itu jatuh pada hari pen­coblosan, sehingga ia tidak bisa memilih.

 Hemat saya, kemenangan PKS pada pilkada Jawa Barat dan Sumatera Utara sesung­guhnya merupakan cermin survivalitas—daya untuk tetap bertahan PKS—terha­dap tekanan dari segenap penjuru mata angin yang berdiri kokoh pada tiga ke­kuatan utama. Pertama, soliditas kader. Kekuatan utama PKS, bahkan sejak masih Partai Keadilan (PK), terletak pada sistem kaderisasinya yang terbangun kuat lewat proses tarbiyah (pembinaan) secara ketat dan gradual. Sarana tarbiyah bukanlah sekadar alat homo­genisasi atau uniformitas pemikiran dan derap langkah yang berujung pada proses cuci otak alias indoktrinisasi yang selama ini kerap dituduhkan banyak pihak, melainkan sebagai wasilah pemberian gizi jiwa yang melahirkan kader-kader PKS yang militan dan terdidik.

 Terpaan media yang secara terus menerus menggerus citra PKS dalam banyak kasus tanpa menyisakan sedikit ruang pun bagi politisi PKS untuk membela diri dan menyajikan pandangan alter­natif tidak membangun tren kutu loncat besar-besaran bagi kader PKS untuk mening­galkan kendaraan politiknya. Padahal kesempatan ini sa­ngat memungkinkan dan memiliki basis rasionalitas dan legitimasi yang kuat bagi kader partai untuk pindah haluan.

Militansi kader berbasis tarbiyah demikian membuat serangan ‘jurnalisme su’uzhan’ balik kanan seperti melempar bola ke tembok. Inilah yang membuat kader PKS memiliki daya tahan terhadap pem­beritaan yang tak berimbang, daya tangkal terhadap teka­nan isolasi sosial, maupun daya seleksi tarik menarik opini publik yang dalam banyak hal cenderung mengi­kuti arus agenda setting ke­banyakan media massa. Kader PKS sadar betul bahwa media massa bukanlah sarana tar­biyah.

Kedua, manajemen isu yang luar biasa. Banyak yang meyakini bahwa penahanan LHI oleh KPK menjadi awal rontoknya PKS bukan saja disebabkan dekatnya pemilu legislatif dan Pilpres 2014 tapi juga agenda pilkada yang bakal berserakan di banyak daerah.

Namun PKS dengan sigap membangun kuda-kuda untuk bertahan menyahut keniscayaan ancaman dengan mengganti pucuk pimpinan, yakni Anis Matta sebagai Presiden PKS yang baru. Transformasi kepe­mim­pinan ini memberikan efek ganda—defensif untuk men­jaga keutuhan kader sebagai modal politik primer dari tsunami politik dan ekspansif untuk mengonsolidasikan kader-kader terbaik partai guna menghadapi sejumlah pesta demokrasi di daerah.

Anis Matta, setidaknya hing­ga saat ini, sukses menjalankan strategi ‘kusir bendi’ dalam menggerakkan mesin politik PKS; seorang kusir lazimnya mengobrol dengan penum­pangnya sambil mengendarai kudanya. Artinya, PKS di bawah kepemimpinan Anis Matta tetap berjalan fokus ke depan seraya pada saat yang sama dengan cerdas melakukan counter sana sini terhadap sinisme elit dan pengamat lewat kerja-kerja nyata. Alih-alih menghabiskan energi dengan teori konspirasi yang sempat membuat PKS berjalan di tempat, Anis membawa PKS menjalani ‘quantum leap’ dengan meng­alihkan energi kader kepada pilkada sebagai target ter­dekat.

 Ketiga, kepemimpinan kolektif yang konsisten. Sung­guhpun Anis Matta dianggap kontributif mendongkak elek­tabilitas partai dengan kapa­bilitas yang dimilikinya—orator, kemampuan mana­jerial, penulis, dan ahli lobi—kebangunan PKS lebih terle­tak kepada kualifikasi kepe­miminan jamaah, yakni ma­jelis syura. Kolektivitas kepemim­pinan ini semakin mengu­kuhkan PKS sebagai partai kader yang tidak terperangkap pada figuritas kepemimpinan, semisal Partai Demokrat atau PDI-P.

Tak kalah krusialnya, kolektivitas kepemimpinan tersebut fungsional mencegah terjadinya kecenderungan saling menyalahkan atau mencari kambing hitam (bla­me game) di antara elit atau kader PKS. Akhirnya harus diakui bahwa kepemimpinan kolektif menjadikan fungsi kontrol dan terobosan-tero­bosan progresif dari mesin politik dalam tubuh PKS melaju dengan kecepatan maksimum. (*)

 *Harian Haluan (Jumat 22 Maret 2013)
Read more »

Rabu, 20 Maret 2013

Survei Parpol Terbaru, PKS Tembus 3 Besar


Hasil survei yang dilakukan oleh Rakyat Reasearch and Consulting (RRC) menunjukan PKS masuk 3 besar Pemilu 2014 dengan perolehan 13,2% suara. Hasil ini sesuai dengan target nasional Partai Dakwah tersebut, yaitu masuk 3 besar pemilu nasional .
Survei dilakukan dalam kurun waktu 10-15 Maret 2013 terhadap 1400 reponden di 33 Provinsi. Survei dilakukan dengan metode multistage random smapling, dengan metode wawancara tatap muka disertai Focus Group Discusion. Survei dilakukan dengan margin of error 2,7%.
Hasil survei ini disampaikan oleh Hasan Sukoco, Direktur RRC pada Seminar Rakyat Menggugat pada Rabu (20/3).
Survei ini juga menunjukan partai baru Nasdem lolos ke senayan dengan suara 3,5%, di atas Partai Hanura yang hanya memperoleh 3,1%. Sementara Partai pemenang pemilu 2009, Partai Demokrat, melorot ke posisi 4 dengan perolehan suara 11%.

Berikut hasil survei berdasarkan pilihan responden:

1. Partai Golkar : 18%
2. PDIP : 14,8%
3. PKS : 13,2%
4. PD : 11%
5. Gerindra : 5%
6. PKB 5%
7. PAN : 4,5%
8. PPP : 4,2%
9. Nasdem : 3,5%
10. Hanura : 3,1%
Read more »

Senin, 18 Maret 2013

Simpatiku Buat PKS


Awalnya saya hanya seorang yang apatis dengan partai. Yang saya kenal hanya PPP, PDI/PDIP dan Golkar yang sejak turun temurun memang terkenal sejak dulu kala. Kemudian Demokrat karena saya ngefans banget dengan Bapak SBY. Siapa yang tidak kenal lelaki ramah, sopan, cerdas dan ganteng ini. Partai lain singkatannya saja kadang tidak ingat atau salah sebut. Memang sih dikalangan teman2 ada juga yang membicarakan PKS yang konon partai bersih. Tapi saya tidak melihat perbedaan antara satu partai dengan partai lain. Kalau ada beberapa orang partai besar yang terkena korupsi saya anggap wajar, toh karena anggotanya banyak jadi kalau ketangkap satu atau dua itu kan kebetulan kemasukan anggota yang jelek. Lagian partai kecil juga jadi bersih bukan karena memang bersih tapi karena belum kebagian. Jadi apa istimewanya ?

Makanya ketika ketua PKS ditangkap KPK saya anggap itu biasa walaupun memang agak luar biasa karena yang jadi maling itu bukan anggota biasa tapi ketua. Kan ketua itu biasanya diambil dari kalangan mereka yang paling bagus. Baik dari segi moral yang tidak suka maling, punya dana paling kuat atau punya pemikiran paling cemerlang. Namun anehnya mengapa media2 menjadikan berita itu seakan2 sesuatu yang luar biasa. Semua memuat dan menyorot. Apanya yang menarik ? Apa yang luar biasa ?


Karena itu mungkin saya tertarik dan ingin tahu. Saya baca-baca semua informasi tentang PKS. Kebetulan saya ada akses internet, jadi dengan google saya cari dengan kata kunci PKS. Ternyata sangat-sangat banyak berita. Saya perlu berhari-hari untuk membaca dan mengetahui PKS dari berbagai sisi. Tidak hanya saat KPK menangkap, bahkan semua berita mulai dari yang sangat negatif sampai positif saya dapatkan.


Banyak berita dan artikel yang memberitakan sisi jahat dan banyak berita dan artikel yang memberitakan sisi positif. Setelah membaca dan merenungi sampai timbul pertanyaan ? masa iya ada suatu kelompok orang yang sangat jahat sekaligus sangat baik ? Rasanya mustahil. Saya belum menemukan ada kelompok atau komunitas semacam ini. Makanya timbul suatu gagasan, ada 2 kemungkinan dari semua tulisan yang saya baca : 1. Kelompok yang sangat jahat tetapi mempunyai humas hebat luar biasa atau 2. kelompok yang baik tetapi dimusuhi oleh kelompok lain yang terusik karena keberadaannya.


Kedua dugaan itu saya coba uji. Kalau PKS adalah suatu kelompok penjahat yang luar biasa seperti sebagian komentar2 yang melecehkan dan menghujat maka harusnya ada tim atau media yang menjadi tulang punggung untuk menutupi keberadaannya. Saya coba sisir berita dari semua stasiun TV. 


Ternyata tidak ada satupun yang secara konsisten memuji dan berusaha menutupi kejahatan PKS. Dari Koran, majalah juga tidak ada. Dari situs2 di Internet mungkin yang nyantol sebagai cukup lumayan membela hanya islamedia dan pkspiyungan, itupun dalam penilaian saya belum bisa dikatakan tulang punggung. Karena hanya ala kadarnya jika dibandingkan dengan raksasa seperti kompas, tempo, detik dll. Situs selain dua yang saya sebut memang ada yang membela tetapi kualitasnya sangat tidak bisa diperhitungkan, sangat acak-acakan. Diantara media yang mapan, mungkin hanya republika yang agak adil melihat dari 2 sisi, dan itu juga berarti bukan tulang punggung PKS. Dari sini saya menyimpulkan tidak mungkin PKS itu kelompok penjahat yang mempunyai tulang punggung media propaganda yang sangat bagus.


Akhirnya saya coba uji dugaan saya yang kedua, PKS adalah kelompok orang baik yang dimusuhi oleh kelompok lain dengan motivasi tertentu. Dari sini saya sisir berita-berita dengan cara per kasus. Jadi satu kasus kemudian saya potret dari berbagai komentar tentang kasus itu. Akhirnya saya simpulkan, bahwa kemungkinan besar dugaan saya benar.


Akhirnya menemukan berita di Kompas tentang tidak ada satupun anggota DPR dari PKS yang terkena kasus korupsi, bahkan ketika ada yang dihukum ternyata dibebaskan MA karena terbukti tuduhan mengada-ada. Berita2 tentang kegiatan-kegiatan PKS yang sangat positif dalam hal memperjuangkan masyarakat yang dilakukan terus menerus tidak hanya menjelang pemilihan. Bahkan yang menurut saya agak mengejutkan adalah pembelaan dari tokoh2 masyarakat ketika ada berita negatif. Kalau tokoh2 yang sama sekali tidak ada kaitan dengan PKS membela artinya ada kemungkinan memang PKS tidak salah alias hanya faktor persaingan atau iri hati.


Sebagai orang awam saya hanya bisa bersimpati kepada PKS. Saya hanya bisa menggumam dalam hati: Walaupun saya tidak bisa membantu anda, saya berjanji, paling tidak PKS akan mendapat tambahan 1 suara dari saya.


Sri Winarni - SMA Sadang
Read more »

Minggu, 17 Maret 2013

Jangan Paksakan Pelaksanaan Kurikulum 2013




Jakarta (11/3) Pemerintah dinilai tergesa-gesa dan terkesan memaksakan pelaksanaan kurikulum 2013 pada bulan Juli nanti. Pasalnya pemerintah dianggap lalai dalam mempersiapkan kelengkapan pendukung kurikulum baru tersebut karena dilaksanakan dalam kurun waktu yang sangat singkat. Demikian dikatakan Ahmad Zainuddin, anggota panja Kurikulum Komisi X DPR RI di Jakarta.
Terkesan aneh jika kemendikbud memaksakan kurikulum 2013 dilaksanakan pada tahun ajaran baru, sedang kenyataan di lapangan bahwa kesiapan guru, kesiapan sarana buku dan juga kesiapan manajemen sekolah belum optimal. Apalagi pemangku kepentingan pendidikan di daerah menyatakan ketidaksiapan mereka untuk melaksanakan kurikulum baru tersebut.
Dari segi penyiapan SDM guru misalnya ia menjelaskan bahwa waktu pelatihan yang sangat singkat akan mempengaruhi tingkat penguasaan guru untuk memahami konsep kurikulum maupun metode dan strategi implementasinya di kelas. Ditambah lagi dengan waktu yang singkat dalam penulisan kompetensi dasar dikhawatirkan akan terjadi tumpang tindih baik dari segi kesesuaian jenjang dengan materi ajar maupun proses pembangunan konsep seperti yang terjadi pada kurikulum sebelumnya.
Zainuddin mensinyalir ada semacam upaya sistematis untuk memaksakan kurikulum 2013 ini segera dilakukan. Padahal menurutnya dari hasil kunjungan panja kurikulum di daerah semua pemangku kepentingan pendidikan keberatan dan menolak jika kurikulum baru dilaksanakan tergesa-gesa dan mendadak. Belum lagi masukan dari para pakar pendidikan yang hampir semuanya menyatakan penolakannya jika pelaksanaan kurikulum baru dilakukan dengan persiapan yang sangat singkat.
Menurutnya pengembangan kurikulum memang mutlak dilakukan namun berkaca dari sejarah, perubahan kurikulum di Indonesia yang sudah mengalami perubahan belasan kali kesemuanya harus melalui persiapan yang matang dari segi konsep, sumber daya manusia dan sarana prasarana pendukung lainnya.
Legislator PKS dari dapil Jakarta Timur ini mengungkapkan bahwa kemendikbud saat ini belum benar-benar siap dalam implementasi kurikulum baru. Hal itu disebabkan oleh karena dari segi konsep, anggaran, penyiapan SDM guru juga sarana pendukung lainnya masih mengalami berbagai macam kendala teknis.
Di samping itu menurutnya, di sisi konten kurikulum yang disampaikan pemerintah belum melaksanakan secara utuh amanah UUD 1945 yang mensyaratkan pendidikan budi pekerti dan akhlak mulia harus tercermin dalam proses pembelajaran. “Karakter akhlak harus terintegrasi dalam setiap proses pendidikan di sekolah, hal ini yang belum tergambar jelas dalam kurikulum,” jelasnya.
“Pengajuan rencana anggaran kurikulum oleh pemerintah yang selalu berubah dan kian membengkak pun merupakan salah satu indikasi ketidaksiapan kemendikbud dalam merancang strategi pengembangan kurikulum yang tepat dan efisien,” tambahnya.
Olehnya itu, Zainuddin mendesak agar persoalan rencana anggaran kurikulum yang terus berubah dan membengkak, minimnya waktu persiapan guru, dan juga minimnya tingkat penyiapan komponen pendukung kurikulum lainnya ini harus menjadi perhatian serius komisi X, agar tidak terjadi kesalahan dalam persetujuan dan penetapannya.
Demikian pula dengan persoalan tingkat ketidaksiapan pemangku kepentingan pendidikan di daerah untuk melaksanakan kurikulum baru dalam waktu yang singkat, maka Zainuddin meminta agar pemerintah harus menunda pelaksanaan kurikulum baru nanti minimal hingga tahun ajaran 2014, agar semuanya benar-benar siap. “Jangan rusak masa depan pendidikan generasi bangsa karena ketidaksiapan dan ketergesa-gesaan pemerintah dalam melaksanakan perubahan kurikulum,” pungkasnya.

Read more »

Sabtu, 16 Maret 2013

Pengamat: Sikap Elegan PKS Terhadap Kasus Hukum Patut Diapresiasi


 "Sikap Elegan PKS Terhadap Kasus Hukum"

Oleh Uda Chaniago*

Ada pertanyaan cukup menggelitik dari bung Effendi Ghazali kepada bung Anis Matta dalam acara “Gestur” TVone (14/3/2013). Mengapa sepertinya PKS  ”tega” membiarkan Lutfi Hasan Ishak bergelut sendiri dengan kasusnya tanpa diberi perhatian yang memadai, menurut Effendi Ghazali.

 Mungkin Effendi melihat ini berbeda dengan kejadian di partai lain dimana para kolega2nya di partai tersebut ramai-ramai mengunjungi sang “tersangka” dan membuat pernyataan kepada pers dan masyarakat yang intinya memberikan semangat dan dukungan.
Para petinggi dan kader-kader PKS di parlemen memang terkesan menutup mulutnya rapat-rapat bila diminta konfirmasinya oleh wartawan tentang kasus LHI ini. Dan bung Anis pun dengah tegas menyatakan bahwa masalah ini adalah masalah hukum dan biarkanlah proses hukum yang menentukan alur ceritanya. Dan PKS sudah menyerahkan persoalan ini kepada kuasa hukum LHI.
Effendi Ghazali bahkan mengatakan, apakah ini tidak terlalu “kejam” terhadap LHI…? Membiarkan beliau sendirian di Guntur tanpa menjenguknya sekalipun (setidaknya sampai saat ini). Dan ini ditimpali pula oleh presenter bahwa sepertinya LHI dijadikan semacam martir oleh PKS. Bung Anis hanya menjawab pendek saja (mungkin memang durasi TVone yg terlalu singkat), “Bisa jadi ini adalah yang terbaik dalam menyelesaikan kasus beliau (LHI)”.
Cukup menarik memang melihat bagaimana PKS menangani prahara yang sedang menimpanya. Dan jawabannya mungkin bisa ditelaah pada pernyataan Anis Matta sebelumnya, bahwa PKS tidak ingin berlarut-larut dalam mencari jawaban tentang siapa yang melakukan “konspirasi”. Tidak ada waktu untuk mencari siapa yang bersalah dan patut dipersalahkan dengan kasus ini. Bahwa ini adalah sebuah prahara dan sedikti banyak menurunkan semangat dan menjatuhkan mental para kader tentu tidak bisa dinafikan. Tapi yang terpenting adalah bagaimana melewati prahara ini dan menjadikannya energi untuk bangkit kembali. Ini adalah kewajiban yang harus diutamakan.
Well, sampai di sini, dan kenyataan yang ada sekarang, sikap PKS dalam menghadapi krisis patut diapresiasi. Memisahkan masalah hukum dan politik memang harus dilakukan dalam tatanan praktis bukan sekedar retorika belaka. Bukan berarti membiarkan saja persoalan anggota organisasi yang terkena masalah berjuang sendirian tanpa ada dukungan moril dan juga bukan masalah “kejam” tidak “kejam”. Ini menujukkan bahwa persoalan figur, walau penting,  tidak terlalu menjadi acuan di PKS. Bahkan seorang Presidan Partai sekalipun yang notabene adalah orang “terbaik” dalam organisasi. Ini adalah kelemahan sekaligus kekuatan PKS. Dan sampai saat ini kekuatanlah yang menang menutupi kelemahannya.
Kita masih melihat di republik ini, betapa para politisi masih gamang memisahkan politik dan hukum. Bahkan banyak di antara mereka yang secara terang-terangan mencampur-adukkan keduanya. Dan PKS, secara elegan telah memberi contoh yang baik dalam persoalan ini. Bravo PKS. Tetap semangat. []

*http://politik.kompasiana.com/2013/03/15/sikap-elegan-pks-terhadap-kasus-hukum-542970.html
Read more »

Tingkatkan soliditas PKS Lamteng adakan Mukhayam


Sebagai upaya untuk meningkatkan soliditas kader serta sarana tarbiyah jasadiyah, PKS Lamteng adakan kegiatan Mukhayam Dasar.
Kegiatan diadakan di Kaki Gunung Subik dan diikuti sekitar 70an kader. wach..lumayan tu..kegiatannya asyik banget. ada acara naik gunungnya....nach bagi temen-temen yang belum ikut nich admin bagi fotonya..


Read more »

Kamis, 14 Maret 2013

Tak Hanya Gaza, Bumi Islam Lain pun Sedang Terluka.

Palestina adalah negeri terjajah yang semua orang telah mengetahuinya. Sekali diusik Gaza palestina oleh bangsa Israel, akan membuat ratusan juta manusia di belahan bumi manapun berteriak mengecam kejahatan Israel atas Palestina. 

Bukan hanya itu, ummat manusia juga berlomba berdonasi menyumbangkan sebagian rezekinya untuk Gaza. Namun sekarang saya ajak anda ke negeri lainnya yang juga mengalami penderitaan tetapi ‘miskin’ kepedulian, dehidrasi perhatian. Negeri apa saja itu? Silahkan disimak.


Banyak manusia tak menjalankan tugasnya sebagai manusia. Ibarat seonggok daging yang berjalan tanpa ruh. Anda boleh protes statement tersebut. Tapi sebelum anda protes, bacalah paparan fakta berikut ini.
Dalam sebuah acara Silaturrahim Media dan Lembaga Islam di Menara 165 Cilandak Jaksel yang diprakarsai oleh Lembaga Kemanusiaan yakni Aksi Cepat Tanggap (ACT). Dipaparkan beberapa fakta yang akan membuat kita tersadar, bahwa selama ini kita sebagai manusia seolah hidup seorang diri di dunia ini. Padahal sebagai manusia yang benar-benar manusia ia harus memiliki kepekaan terhadap manusia lainnya. Bukan menutup mata dan telinga dengan apa yang terjadi dihadapannya. “Manusia itu harus memanusiakan manusia lainnya, salah satunya adalah dengan membantu mereka yang menjadi korban bencana” begitu Ahyudin Presiden ACT menegaskan.
Ahyudin mengatakan, ada 1,2 juta jiwa yang harus meregang nyawa di bumi Somalia karena kelaparan. Somalia yang penduduknya 100% muslim itu harus mengalami derita panjang yang mengerikan. Selain mengalami kelaparan, iklim di bumi Somalia juga panas kerontang. Membuat derita kian nestapa. Dan pemudanya bermetamorfosa dari petani menjadi bajak laut. Somalia seperti negeri tanpa harapan lagi.
Dody Cleveland Direktur Global Humanity Respons Aksi Cepat Tanggap yang saat ini masih berada dalam camp pengungsi Suriah pun mengungkap fakta yang mengejutkan. Hampir 100.000 jiwa tewas dalam peperangan di Suriah. Angka yang sangat fantastis. Berapa jumlah pengungsi Suriah? Dody Cleveland mengatakan tak kurang dari 5.000.000 warga Suriah yang mengungsi karena peperangan. 4juta pengungsi berada dalam negeri yang terus dibisingkan dengan deru peluru dan mesiu. Dimana 1juta pengungsi lainnya? Mereka keluar Suriah mengungsi ke negara Jordania, Turki, Libanon dan Afrika Utara. 
“saya merinding saat masuk ke camp camp pengungsi di Jordania. Camp camp itu bagai lautan, banyak sekali” ungkap Dr. Fakhrurozi seorang relawan medis ACT yang ikut terbang menangani korban perang Suriah. Sehari ia menangani pasien 100-200 orang di Poliklinik Jordania.
Metti seorang suster yang juga jadi relawan kemanusiaan mengungkap kisahnya, “Mengenaskan dan mengharukan, banyak korban luka-luka patah tulang, ibu kehilangan anak-anak nya” Metti adalah satu-satunya suster perempuan yang berhasil masuk Suriah. Ia menyampaikan bahwa para pengungsi Suriah sangat terharu atas bantuan dari masyarakat Indonesia, mereka menangis mendapat perhatian dari negeri merah putih. “terima kasih Indonesia, sampaikan salam kami untuk warga Indonesia”Sekecil itu bantuan kita, namun begitu besar bagi mereka.
“Di negeri ini ada 7-8 juta jiwa pernah hidup didalamnya. Namun kini hanya tinggal 800.000 jiwa yang tersisa.” Ungkap Andika, salah satu tim ACT yang ditugaskan mengirim bantuan untuk para korban di Rohingya Myanmar. Di Sitteway ada sekitar 20 desa muslim yang hidup disana. Namun kini hanya tinggal 1 desa yang masih bertahan. Kata dia. Kemana 19 desa lainnya? Mereka telah di bumi hanguskan, rumah mereka di bakar, semua masjid hancur rata dengan tanah. Sebagian tewas, sebagian lagi terusir dari rumahnya sendiri, mereka terombang ambing ditengah lautan dengan perahu seadanya. 

Mereka pun dikenal dengan manusia perahu. Tak ada makanan ditengah laut yang bisa disantap, minum pun terpaksa meneguk air laut yang tak menghilangkan haus. Sebagian pengungsi yang pergi dari negerinya, harus meregang nyawa di tengah laut lepas. Jenazahnya terpaksa dibuang ke dalam laut. Mengenaskan! Bahkan 150 jiwa diantara mereka kini terdampar di Aceh Utara.
Seorang relawan kemanusiaan berasal dari Bangladesh bernama Zheba menuju Jakarta. Ia tergerak menjadi relawan ACT untuk membantu korban banjir Jakarta. Ia terkejut saat tiba di negeri ini. “saya heran, kok bisa banyak warga negeri ini makan-makan di restoran, shopping di mall-mall sementara banyak yang sedang menderita kelaparan. Saya perhatikan banyak makanan sisa dibuang begitu saja di negeri ini, padahal bagi para korban kemanusiaan makanan itu sangat berarti. Anda harus tahu, karena butuhnya mereka para korban kejahatan kemanusiaan akan makanan, sampai-sampai mereka memakan tikus.” Astaghfirullah...
Sebuah fakta yang sangat memilukan. Bagaimana mungkin kita bisa tidur nyenyak sementara saudara kita di Suriah harus berselimutkan iklim dingin 4 derajat celsius? Bahkan jika musim panas, panasnya hingga 45 derajat celsius. 

Anak-anak tak berdosa menjadi korban. Begitu juga para wanitanya.
Bagaimana mungkin tak terusik rasa kemanusiaan kita, saat Somalia terus menerus dihantui kematian karena derita kelaparan yang terus berlangsung?
Bagaimana mungkin pula tak menangis mata kita, tak tercabik hati kita, saat tahu Rohingya dihanguskan dan terusir dari negerinya? Mereka tak lagi punya rumah. Sebagian mereka ada yang terus terapung ditengah lautan karena kembali ke negerinya pasti kematian mereka dapatkan. Sebagian mereka yang lain kini hidup dalam camp camp pengungsian layaknya kandang ternak. 
Saya menangis, tersentuh dan tercabik hati saya saat menyaksikan video yang ditayangkan serta mendengar langsung paparan para Relawan Kemanusiaan itu menjalankan misinya membantu pengungsi korban kejahatan kemanusiaan. Saya menangisi diri sendiri..betapa tidak bersyukurnya saya sebagai hamba-Nya, sudah mendapat banyak nikmat, sering mengenyangkan perut sesuka hati, sementara dibelahan bumi lainnya ada saudara seaqidah terus menangis setiap harinya..karena ketakutan, kelaparan, serta menghadapi iklim ekstrem mematikan.
Abdullah bin Umar r.a. berkata : Rasulullah saw. Bersabda : Seorang muslim saudara terhadap sesama muslim, tidak menganiyayanya dan tidak akan dibiarkan dianiaya orang lain. Dan siapa yang menyampaikan hajat saudaranya, maka Allah akan menyampaikan hajatnya. Dan siapa yang melapangkan kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan kesukarannya di hari qiyamat, dan siapa yang menutupi aurat seorang muslim maka Allah akan menutupinya di hari qiyamat. (Bukhari, muslim). 
“Siapa yang tidak peduli dengan urusan ummatku, ia bukan dari golonganku”
Ahyudin Presiden ACT mengatakan, “lupakan dulu ideologi suriah atau lainnya, faktanya jutaan manusia telah menjadi korban atas bencana yang terjadi. Apapun motif bencana itu terjadi, semua mengakibatkan satu kondisi yang sama, yakni jutaan masyarakat telah menjadi korban karenanya”
Itulah fakta yang sedang terjadi. Mereka bertuhankan ALLAH sama seperti kita. Mereka melafazkan Laa ilaaha illallah, sama seperti kita. Mereka berkitabkan Al-qur’an, bernabikan Muhammad SAW sama seperti kita. Mereka manusia sama seperti kita. Maka kepedulian yang nyata adalah bentuk memanusiakan diri kita sendiri. Jika tak ada lagi rasa peduli, pantaskah kita disebut manusia?
Setetes rezeki yang anda kirim untuk mereka, bagai telaga yang menyegarkan dan menghidupkan.

DONASI KEMANUSIAAN
a.n. Aksi Cepat Tanggap
BSM # 004 011 9999
Muamalat # 304 0022 915
BCA # 676 030 3133
BNI # 014 076 5481
Mandiri # 101 000 4802 482
Permata Syariah # 0971 001 224

oleh: Abu Rafah

Read more »

Di PKS, Aku Mendapatkan Segala-galanya

***
Sebut saja namaku Dani, karena sejak kecil selalu didandani oleh Nini (Nenek bahasa Sunda) sehingga penampilannku rapi.
Kebanggaan yang pertama dalam kehidupannku adalah Bapa, karena bapa bagiku adalah laki-laki tulen karena bapaku banyak menaklukan wanita yang dijadikan  istrinya sehingga aku punya banyak saudara sekarang.
Bapaku terkenal  dengan kewibawaannya dan cara menarik dalam bergaul dengan masyarakat. Walaupun  aku jarang berkomunikasi dengan bapa, tapi bapaku berkeinginan agar aku menjadi lebih baik darinya, dan pada akhirnya aku disekolahkan disebuah sekolah yang kental nuasa Agamanya.
Aku secara tidak langsung mewarisi gaya bergaul dari bapa, tentunya dengan zaman yang berbeda. Aku terkenal luwes, mudah bergaul dan tidak gampang menolak permintaan orang. Tapi  mungkin hal itulah yang membuat aku kebabblasan kehidupan remaja modern meyeretku kedalam dunia penuh hitam, perkelahian antar geng, merokok, pengedar narkoba tapi bukan pemakai lho, pacaran, begadang sampai pagi, bolos sekolah, rasanya sekarang gak sanggup lagi mengurutkan satu persatu noktah hitam yang kutorehkan pada masa tersebut.
Selepas lulus dari Aliyah, aku berkesempatan kuliah di sekolah perikanan di Jakarta. Pola pendidikan semi militer merubah kehidupanku menjadi seorang yang lebih disiplin, namun rasanya batin ini terus gundah akan masa lalu jauh dari Allah dan semakin jauh manakala melihat kehidupan di kapal-kapal ikan atau pesiar, rasanya aku tidak cocok kerja disini.
Akhirnya kuputuskan pulang saja ke kampung, menerima pekerjaan sebagai staf administrasi di sebuah kantor Notaris.
Disinilah awal mulanya, kebetulan kantor notaris bersebelahan dengan kantor DPC  sebuah partai Islam (waktu itu bernama Partai Keadilan). Mula-mula aku malu berkenalan dengan mereka yang selalu ramah menyapa, kantor yang tidak pernah sepi dari anak-anak muda sepertiku. Kalaupun sepi pasti mereka sedang keluar berpencar ke desa-desa atau silaturahim ke tokoh-tokoh masyarakat. Sering juga aku dengar sayup-sayup bacaan Al qur’an atau suara riuh mereka ketika rapat tapi tetap terkendali.
Entah kapan waktunya tapi akhirnya aku mulai akrab dengan mereka, terlebih dengan kang Bejo ketua DPC PKS (waktu itu masih PK). Kang Bejo  usianya lebih muda dari aku tapi kami jadi akrab, kang Bejolah yang sering menasihati akan pentingnya berislam, sholat lima waktu dll. Kehausanku akan ketenangan jiwa rasanya gak cukup diskusi berdua saja, Akhirnya kang Bejo ngajak aku ikut pengajian, dengan halus aku menolak karena bacaan qur’anku blepotan.
Kang Bejo  menjelaskan dengan lebih halus dan santun, “Kita sama-sama belajar kok. Suatu saat mungkin gantian saya yang dinasehatin,” lirih kang bejo sambil memegang tanganku. Aku luruh  dengan ketulusannya yang tidak memaksaku.
Kang Bejo menuntunku kembali kepada islam, mengenal memahami dan mengamalkannya. Kian waktu akupun mulai berubah dan akhirnya ikut berjuang bersama. Dan inilih kebanggaanku yang kedua bergabung dengan PKS yang  menjadikan kami ibarat pasukan pemberani dan tak kenal lelah ketika desa demi desa, kampung demi kampung, tokoh-tokoh, kyai, ustazh, para kumpulan organisasi pemuda, olah raga dan lain-lain kami sambangi dengan tujuan kemenangan Partai Keadilan adalah kemenangan Dakwah Islam.
Tak jarang kami menghadapi kendala,  berat rasanya tapi setelah kami berkumpul bersama kembali hilang semuanya berubah menjadi kenikmatan dan tantangan tersendiri. Apalagi akhirnya jerih payah kami berbuah manakala berbondong-bondong masyarakat mendukung kami. Kantor DPC  semakin ramai. Pemuda kampung, tokoh, kiyai, ibu-ibu pengajian, preman, bencong (maaf), bahkan sekumpulan  kakek manula veteran perang yang mengatakan, “Kami dulu berjuang melawan Belanda, kemudian masuk Masyumi sekarang kami siap bergabung dengan PK”. Allahu Akbar. Tak ayal, 4000 lebih kartu simpatisan habis tersebar.
Kami seakan tidak bisa membendung mereka, apalagi mereka datang sambil meminta oleh-oleh atribut partai, kami tidak habis akal kami buat banyak atribut partai dan kami jual ke DPC-DPC lain, lebihnya kami bagikan di  DPC Kami.  Alhamdulillah kami selalu ada stok atribut walaupun hanya stiker.
Banyaknya masyarakat yang berkampanye dengan kita membuat partai lain gerah. Beberapa kali kang Bejo mendapat ancaman dari pemuda-pemuda desa, tapi karena aku kenal dengan beberapa tokoh pemuda membuat kang Bejo mengucapkan terimakasih  atas dukungannya. Aku yakin PK akan menang di kecamatan kami.
Ketika hari pencoblosan aku bersama kang Bejo keliling ke TPS di Desa-desa, aura kemenangan memuncak. Tapi ternyata aku harus menahan diri. Merah, merah dan  merah yang menang, harus puas pada urutan ke-3. Sampai di rumah aku gak bisa menahan diri lagi, aku teriak sekencangnya, melempar apapun yang bisa kuraih, menghantam apapun yang bisa kupukul, tembok, kaca-kaca, aku tidak puas. “Ya Allah! Aku sudah kembali kepadaMu tapi kenapa Engkau tidak memberikan kemenangan kepadaku?”.
Kembali Kang bejo menasehatiku, “Sabar, Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk berjuang kembali, lihat hasil kerja antum semua, 3800 lebih suara kecamatan  kita raih sepertinya tidak ada yang melampui jumlah suara Partai Keadilan tingkat Kecamatan  saat ini di seluruh Indonesia. Kecamatan kita terbanyak dan salah seorang saudara kita insyaAllah mewakili kecamatan di DPRD II”. Subhanallah,  Allahu Akbar.  Begitu kang Bejo menyemangati kami.
Kurang lebih enam bulan aku merasa malu dan lelah rasanya, ditambah kang Bejo menyarankan melepas pacarku atau menikahinya, “Kan antum sudah tarbiyyah?" katanya. Ketika aku melamar pacarku, bukan diterima malah dimaki habis-habisan oleh calon mertua, karena pekerjaanku belum bisa meyakinkannya. Hancur, hancur hatiku yang kedua kalinya. Aku memutuskan hilang sejenak pergi ke Bandung meninggalkan segalanya dengan tanpa pamit. 
Enam bulan berlalu. Gundah terasa aku kehilangan jiwa, ya Allah aku kangen teman-teman DPC, teman-teman tarbiyyah, aku kangen tilawah bareng, mabit bersama di masjid kemudian menghiasi malam dengan tahajud, aku harus kembali…
"Kang aku mau menikah, tekad ku dah kuat banget  kang,” ujarku saat kembali kepada Kang Bejo.
Kang Bejo mengiyakan niatku. Beliau pun memproses keinginan nikahku. Alhamdulillah, gak menunggu lama berbulan-bulan aku sudah duduk di sebuah sofa mewah calon mertua bersama kang Bejo ketika melamar seorang wanita kader PKS. Rasanya gak pantas aku mendapatkannya mengingat aku pemuda miskin berpenghasilan kecil. Lagi-lagi kang Bejo meyakinkanku, "Nikah itu akan mendatangkan berkah, insyaAllah."
Subhanallah betul kata kang Bejo, setelah menikah dengan perantaraan teman kang Bejo aku bisa bekerja di tempat yang layak, bahkan maaf ya kang, gaji bulananku lebih besar berkali lipat dengan kang Bejo yang hanya seorang guru SD.
Kini aku bersama istri dan 4 jundiku. Terus dan akan terus menapaki jalan dakwah ini. Hampir setiap tahun di bulan Ramadhan kang Bejo mengundang kami sekeluarga, reunian mantan mutarabi katanya. Tidak ustadz, kami tetap mutarabi ustadz, jawabku dalam hati.
Tergiang kembali perkataan kang Bejo, "Tarbiyyah bukan segala-galanya, tapi dengan tarbiyyah insyaAllah akan mendapatkan segala-galanya”.  PKS itu bukan partai segala-galanya tapi yakinlah insyaAllah dengan PKS akan mendapatkan segala-galanya. Dunia Akhirat, insya Allah... Amin. []


(Seperti yang diceritakan oleh Dani, Bogor)

*kiriman fauzi nahdi (ozy.nahdi26@gmail.com)
Read more »

Peta Pilgub Jateng dan Peluang Hattrick PKS | by @eae18


Pemilihan gubernur Jateng periode 2013 -2018 yang akan digelar 26 Mei 2013 mendatang dipastikan akan diikuti oleh tiga pasangan .

Ketiga pasangan tersebut masing-masing pasangan Hadi Prabowo – Don Murdono diusung PKS, Gerindra, PKB, PPP, Hanura dan PKNU; Bibit Waluyo – Sudijono Sastroatmodjo (incumbent), diusung koalisi Partai Demokrat, PAN dan Partai Golkar; pasangan Ganjar Pranowo – Heru Sujatmoko,  diusung PDIP.
Bagaimana peta pertarungan pilgub Jateng, sedikit memberi gambaran berikut analisa yang kami kutip dari kultwit @eae18 pagi ini (11/3).

by @eae18 | budayawan

  1. Sebagai orang Jateng, insya Allah, saya kenal daerah saya. Tadi pagi saya kontak Redpel Suara Merdeka, diskusi soal Pilgub Jateng.

  2. Harus hati-hati. PKS akan susah cetak hattrick untuk kasus Pilgub Jateng. HP (Hadi Prabowo) meski sekda tapi kurang populer dalam konteks masy Jateng.

  3. Lawan pasangan HP-Don tak enteng. Bibit Waluyo, incumbent berpasangan dg Sudijono Sastroatmodjo.

  4. Bibit n Sudji disokong Partai Golkar, PAN dan Partai Demokrat. Sepak terjang Bibit memng buruk. Rustriningsih sbg wagub, dicuekin.

  5. Tapi baik buruk Bibit, dia sdh menang secara nama, sudah populer. Sementara HP dan Don, sang "bupati Sumedang" ini dikenal di kalangan terbatas... ..Katakanlah kalangan birokrat.

  6. Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko didaulat PDIP. Nama Ganjar gak dikenal.

  7. Ganjar oleh ibu-ibu di Jateng berdasarkan pantauan, dianggap "bocah cilik". Meski PDIP di Jateng, mesin politiknya bekerja tp ttp susah.

  8. Jateng memang dikenal basis PDIP. 'kaum abangan' begitu para lawan mengejek, memang banyak bercokol di ranah PDIP.

  9. Persaingan sebenarnya akan terjadi antara Bibit vs Hadi. Jika Hadi pandai memainkan ritme masyarakat Jateng, akan jadi password tuk menang.

  10. HP bisa terus merapat ke Rustriningsih. Hubungan mereka selama menjabat cukup baik. Relawan Rustriningsih masih solid.

  11. Kemenangan Bibit pada pemilu silam, sebenarnya lebih faktor Rustriningsih. Prestasi Rustiningsih yang menjabat Bupati Kebumen, jadi kunci kemenangan.

  12. Konon @ganjarpranowo akan mendekati Rustriningsih untuk merangkul sukarelawan yg menggantung. tp Rustriningsih menurut Garin Nugroho...

  13. ...sudah merasa dianaktirikan PDIP, terutama Megawati. Garin Nugroho awalnya akan bergandengan dg Rustriningsih maju Pilgub Jateng.

  14. Rustriningsih dianggap 'kurang setia' ke PDIP. Tapi bisik-bisik tetangga, Rustriningsih kurang setoran ke partai pengusung.

  15. Kemarahan Puan ke Bibit dan Don yang dianggap kader yg berkhianat, justru memantik antipati ke PDIP, ke Ganjar dan Heru.

  16. Untuk kali ini, PDIP jangan berbesar kepala meski Jateng kandang banteng. Masyarakat pelan-pelan juga melek politik. Jgn dibuai mimpi ya..

  17. Duel akan terjadi Bibit vs Hadi. Hadi meski tak populer, tapi akar pendukung PKS n PKB, lumayan kuat. Met menikmati el clasico, PDIP vs PKS...

  18. Di dua duel el clasico, PKS vs PDIP, Jabar dan Sumut, PKS mampu membekuk PDIP. Saya mengandaikan PKS = Real Madrid, PDIP = Barcelona.

*https://twitter.com/eae18
Read more »

Rabu, 13 Maret 2013

Fitnah Majalah Tempo Tentang Safari Dakwah PKS dan Jawabannya


Sebenarnya malas membahas masalah tentang proposal Safari Dakwah PKS ini, karena rasanya media televisi masih trauma untuk mem-blowup jika tak terbukti dan justru menjadi blunder lagi.

Tapi lain hal dengan media TEMPO yang katanya sudah mau bangkrut. Mereka terang-terangan menyatakan bahwa dana Safari Dakwah PKS merupakan korupsi tanpa alasan yang jelas, ababil. Belum lagi si TEMPO terang-terangan perintah Mahkamah Konstitusi (MK) untuk membubarkan PKS. Emang loe siape?

TEMPO pada edisi 11-17 Maret 2014 membuat judul berita “Hikayat Proposal Dari Tangan Tuhan” yang memojokkan Safari Dakwah PKS dan menggambarkan PKS korupsi di mana-mana.

Kita mulai deh penjelasan terkait dana Safari Dakwah PKS yang katanya masuk APBD Sumbar.

Yang harus dipahami pertama, PKS adalah partai yang besar dengan target yang besar tak mungkin lakukan kecerobohan dana untuk Safari Dakwah PKS. Jika dana Safari Dakwah PKS dimasukkan melalui proposal kiriman yang beralamat di TB Simatupang, maka ini adalah tindakan bodoh dari partai sebesar PKS.

Dana Safari Dakwah PKS yang masuk sebesar 1,9 Miliar. Dana yang tidak sedikit tapi kok justru bisa masuk lewat Banggar ya? Apa yang di Banggar juga kecipratan? Atau justru itu titipan Gubernur Sumbar yang juga kader PKS? Sehingga dana bisa nyalip tanpa disadari.

Gubernur Sumbar sudah menyatakan bahwa dia tak tahu-menahu mengenai proposal Safari Dakwah PKS yang bisa masuk APBD Sumbar. Dan rupanya ada yang mengaku. Yang mengaku adalah Kepala Binsos Provinsi – yang kemudian telah dibebastugaskan hari ini – bahwa dia yang memasukkan proposal Safari Dakwah PKS.

Pengakuan dia atas kesalahannya diperjelas di hadapan Inspektorat Provinsi bahwa dialah telah memasukkan proposal Safari Dakwah PKS. Sikap kenegarawanan dari Gubernur Sumbar pun sudah terlihat dengan meminta maaf di media bahwa ini keteledoran pegawainya memasukkan proposal tersebut.

Kepala Bansos mengatakan bahwa dia memasukkan proposal itu tanpa konsultasi dengan Gubernur terlebih dahulu. Dia juga tidak tahu proposal tersebut dari siapa. Saat ini Kepala Bansos tersebut sudah dikenakan sanksi dan telah dibebastugaskan.

Yang lebih aneh lagi Ketua DPW PKS Sumbar Trianda Farhan – yang juga anggota DPRD Provinsi Sumbar – juga tidak tahu mengenai proposal dana Safari Dakwah PKS masuk APBD Sumbar. Trianda juga sudah menegaskan untuk menghapus anggaran tersebut setelah tahu masuk ke dalam APBD Sumbar, karena memang tidak pernah memasukkan proposal tersebut.

Fraksi PKS juga menegaskan agar hal ini diusut tuntas dengan membentuk PANSUS agar semakin jelas dari mana datangnya proposal ini. Tapi Fraksi lain minta gunakan hak angket. PKS dan Irwan Prayitno nyatakan siap agar dibongkar sekalian siapa di balik proposal ini.

Kesiapan PKS dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno karena memang tidak pernah mengajukan proposal ini untuk dimasukkan ke dalam APBD Sumbar. Lalu siapa di balik semua ini??

Harus diperjelas terlebih dahulu bahwa dana 1,9 miliar lebih ini belum digunakan sama sekali. Jadi belum ada indikasi korupsi. Dana tersebut belum digunakan karena masih dalam bentuk rencana anggaran. Ini banyak tidak dijelaskan oleh media. Jelas maksudnya agar PKS terkesan korupsi.

Perusakan citra PKS dan Irwan Prayitno, Gubernur Sumbar dari PKS yang dikenal masyarakat dengan kinerja dan prestasinya, mengambil momen kriminalisasi LHI yang masih menuai pertanyaan besar atas kebenarannya. Selain dimanfaatkan media, momen ini juga dimanfaatkan pihak-pihak yang tak sabar maju di Pilkada Gubernur Sumbar selanjutnya. Mereka sadar menjatuhkan Irwan Prayitno tidaklah mudah karena beliau telah banyak membuktikan hasil kerja Sumbar menjadi lebih baik, dan ini momen yang tepat menurut mereka.

Jika orang-orang Sumbar jeli, pasti tahu mana yang mau curi start dengan memanfaatkan momen ini untuk melanggeng ke kursi Gubernur. Yang masih terus diburu adalah siapakah pengirim proposal tersebut. PKS Sumbar dan Irwan Prayitno siap jika DPRD menggunakan hak angket agar semakin jelas.

Demikian penjelasan terkait proposal dana Safari Dakwah PKS yang masuk APBD Sumbar. Jika ada yang mengatakan bahwa telah dikorupsi, itu tidak benar. Dana yang dialokasikan untuk Safari Dakwah PKS tersebut belum digunakan sama sekali dan telah dihapus setelah diketahui ada penyimpangan.

Kita tunggu episode selanjutnya tentang hal ini. [twitter/@udafaguza/dktn]
Read more »

Setelah 4 Sehat 5 Sempurna, PKS Ingin Cetak Hattrick


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berambisi mencetak hattrick atau tiga kali menang beruntun dalam pemilihan gubernur (Pilgub). Dua kemenangan telah diraih, yakni di Jawa Barat dan Sumatera Utara. Kini, PKS mengincar sukses di Pilgub Jateng, 26 Mei mendatang. Partai itu mengusung Hadi Prabowo-Don Murdono pada pilgub mendatang. 
Anggota DPR RI dari PKS, Matri Agung, mengatakan, berita-berita ne­gatif mengenai partainya ternyata tidak memengaruhi kepercayaan publik. Hal itu dibuktikan dari kemenangan di Pilgub Jabar dan Sumut.
"Kami melawan berita-berita negatif itu dengan bekerja. Di Pilgub Jabar, pengamat mengatakan bahwa ke­menangan itu karena faktor ketokohan sang calon. Tetapi kami menjawab, kami bekerja tidak harus lapor ke pengamat," ujar Matri saat menghadiri rapat kerja daerah PKS Wonogiri di De­sa Pule, Jatisrono, Wonogiri, kemarin.
Target kemenangan juga dilontarkan oleh Ketua PKS Jateng Abdul Fikri Faqih dalam konsolidasi di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, kemarin.
"Kalkulasi PKS di Solo Raya 43%. Kami yakin kader partai siap meme­nangkan HP-Don di Solo Raya ini. Ka­mi tahu simbol merah ada di sini, tetapi simbol Islam juga ada di sini," kata Fikri Faqih saat memberikan sambutan di hadapan sekitar 500 kader dan simpatisan PKS.
Layak
Konsolidasi dihadiri langsung cagub Hadi Prabowo, Sekretaris PKS Jateng Ahmadi, Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris, dan beberapa anggota FPKS DPRD Jateng.
Menurut dia, Hadi Prabowo (HP) layak untuk memimpin provinsi ini karena punya kemampuan dan ber­prestasi baik. HP juga menjabat sekda Jateng sekaligus Ketua Dewan Pim­pinan Korpri Jateng. Posisi itu merupakan kunci dalam pemerintahan daerah. PKS mendukung semangat HP-Don yang ingin menjadikan Jateng lebih baik dan sejahtera.
Dalam sambutannya, HP memperkenalkan diri di hadapan ratusan kader dan simpatisan PKS dengan sedikit bergurau. "Di mana-mana, HP selalu dibawa. Mendekati 26 Mei mendatang, sinyalnya akan semakin kuat. Hadi Prabowo ini berasal dari Klaten yang pernah dilanda gempa bumi, sekarang namanya juga menggempakan Jateng," tandas HP disambut sorak-sorai pendukungnya.
Dia memuji strategi PKS yang sa­ngat jitu. Sejak awal atau sebelum pem­berian rekomendasi PDIP, dia mengaku sudah berkomitmen de­ngan PKS. Karena itu, komitmen yang dibangun dengan PKS ini tidak terjadi secara tiba-tiba.

*http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/03/11/218045/PKS-Ingin-Cetak-Hattrick
Read more »

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN

KOLOM